Jumat, 26 November 2010

erik kurniawan

PERTAMBANGAN



Cara pengelola pembangunan pertambangan

Bahan tambang gas dapat dikelola menjadi
1. Bahan peledak
Bahan peledak yang dimaksudkan adalah bahan peledak kimia yang didefinisikan sebagai suatu bahan kimia senyawa tunggal atau campuran berbentuk padat, cair, atau campurannya yang apabila diberi aksi panas, benturan, gesekan atau ledakan awal akan mengalami suatu reaksi kimia eksotermis sangat cepat dan hasil reaksinya sebagian atau seluruhnya berbentuk gas disertai panas dan tekanan sangat tinggi yang secara kimia lebih stabil.
Panas dari gas yang dihasilkan reaksi peledakan tersebut sekitar 4000° C. Adapun tekanannya, menurut Langerfors dan Kihlstrom (1978), bisa mencapai lebih dari 100.000 atm setara dengan 101.500 kg/cm² atau 9.850 MPa (» 10.000 MPa). Sedangkan energi per satuan waktu yang ditimbulkan sekitar 25.000 MW atau 5.950.000 kcal/s. Perlu difahami bahwa energi yang sedemikian besar itu bukan merefleksikan jumlah energi yang memang tersimpan di dalam bahan peledak begitu besar, namun kondisi ini terjadi akibat reaksi peledakan yang sangat cepat, yaitu berkisar antara 2500 - 7500 meter per second (m/s). Oleh sebab itu kekuatan energi tersebut hanya terjadi beberapa detik saja yang lambat laun berkurang seiring dengan perkembangan keruntuhan batuan.
2. Sumber pengapian pengganti minyak bumi
Bahan tambang minyak bumi dapat dikelola menjadi
solar,premium,pertamax dll
Dapat di gunakan untuk menjadi bahan bakar kendaraan saat ini



Kecelakaan di pertambangan

Sering terjadi kecelakaan di pertambangan peda penambangan emas yang di mana tempatnya berada di lereng2 gunung terkadang terjadi longsor.
Contoh fakta
PARAMARIBO – Tujuh orang tewas dan dua lainnya terluka dalam sebuah musibah runtuhnya dinding pasir di lokasi pertambangan emas Suriname.
Inspektur Polisi Bertrand Riedewald menyebutkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu 20 November sore waktu setempat. Insiden ini dipicu oleh tanah longsor yang menutup lubang sedalam 20 meter dan secara otomatis mengubur para penambang.
Polisi memperkirakan seluruh pekerja tambang adalah pekerja ilegal. Mereka sebagian besar berasal dari komunitas lokal suku Maroon.
“Tiga penambang berhasil menyelamatkan diri ketika terjadinya longsor, sementara dua orang lainnya menderita cedera parah dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” lanjut Riedewald seperti dikutip AFP, Senin (22/11/2010).
Pertambangan di Money Hill, sekitar 150 kilometer bagian tenggara dari ibukota Paramaribo, sebenarnya adalah milik pihak konsesi Surgold. Perusahaan ini adalah badan usaha bersama milik dua perusahaan multinasional asal Amerika Serikat, Alcoa dan Newmont.
wilayah tersebut cukup terkenal di kalangan penambang kelas bawah. Pihak Surgold sendiri telah seringkali memperingatkan untuk menghentikan aktivitas ilegal mereka dan menyusul bahaya yang dapat terjadi dari penambangan ilegal ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar